Kegiatan tugas project mata kuliah dasar-dasar ilmu politik yang digelar oleh mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 2–3 Desember 2025 berlangsung penuh antusiasme. Mengusung media kreatif berupa pop-up book, mahasiswa tidak hanya memamerkan karya mereka, tetapi juga terlibat langsung dalam menjelaskan berbagai konsep politik kepada mahasiswa dari jurusan lain di lingkungan kampus.
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Mereka benar-benar turun ke lapangan, mengajak mahasiswa lain untuk menjelaskan dan mengajak berdialog tentang politik dengan cara yang menyenangkan.
“Rasanya unik banget. Biasanya belajar politik itu teoritis, tapi dengan pop-up book kita bisa bikin orang yang bukan dari jurusan kita langsung paham,” ujar Sarah, salah satu mahasiswa peserta dengan penuh semangat.
Para mahasiswa mengaku bahwa tantangan terbesar dalam kegiatan ini bukan membuat pop-up book, melainkan menjelaskan konsep politik secara sederhana agar dapat diterima oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang. Namun justru tantangan itu yang membuat kegiatan ini terasa berbeda dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
“Pas kita ajak teman-teman dari prodi lain, banyak yang penasaran karena medianya lucu dan interaktif. Ternyata mereka juga tertarik belajar politik. Banyak yang nanya, bahkan ada yang baru tahu kalau politik itu dekat banget dengan kehidupan sehari-hari,” kata Regar.
Antusiasme tidak hanya terlihat dari mahasiswa penyaji, tetapi juga dari para pengunjung. Mereka tampak aktif bertanya tentang apa itu sistem politik, bagaimana peran warga negara, hingga alasan mengapa literasi politik penting di era digital.
Kegiatan ini juga dinilai membuka ruang baru bagi mahasiswa untuk merasakan pembelajaran berbasis pengalaman. Banyak peserta merasa bahwa menjelaskan materi kepada orang lain membuat mereka semakin memahami konsep politik secara lebih mendalam.
“Saat kita harus menjelaskan dengan bahasa sederhana, kita jadi sadar apakah kita benar-benar paham atau belum. Ini bikin belajar jadi lebih hidup,” ungkap mahasiswa, Ade Lisah.
Dosen pengampu mata kuliah, Wisnu Hatami, M.Pd, mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang menurutnya sangat terlihat sepanjang kegiatan. Ia menilai pengalaman seperti ini penting untuk membentuk mahasiswa yang selain cakap secara akademik, juga mampu berkomunikasi secara efektif dan percaya diri di ruang publik.
“Tujuan saya sederhana yaitu membawa politik lebih dekat dengan mahasiswa dan menunjukkan bahwa politik bukan sesuatu yang harus dihindari. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa justru lebih berani berdiskusi dan berbagi,” ujarnya.
Dengan antusiasme yang tinggi dan respons positif dari civitas akademika, kegiatan project mata kuliah ini diharapkan menjadi contoh pembelajaran inovatif yang terus berkembang di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Keterlibatan aktif mahasiswa membuktikan bahwa belajar politik bisa menjadi kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan penuh makna